( HR.MUSLIM No:41 )
Hadis riwayat Ubadah bin Shamit ra., ia berkata: Rasulullah
saw. bersabda: Barang siapa mengucapkan: Aku bersaksi bahwa tidak ada
Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah
hamba dan utusan-Nya dan bersaksi bahwa Nabi Isa as. adalah hamba Allah
dan anak hamba-Nya, serta kalimat-Nya yang dibacakan kepada Maryam dan
dengan tiupan roh-Nya, bahwa surga itu benar dan bahwa neraka itu benar,
maka Allah akan memasukkannya melalui pintu dari delapan pintu surga
mana saja yang ia inginkan.
( HR.MUSLIM No:43 )
Hadis riwayat Muaz bin Jabal ra., ia berkata: Aku pernah
membonceng Nabi saw, yang memisahkan antara aku dan beliau hanyalah
bagian belakang pelana. Beliau bersabda: Hai Muaz bin Jabal. Aku
menyahut: Ya, Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian
berjalan sejenak, kemudian beliau bersabda lagi: Hai Muaz bin Jabal. Aku
menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Kemudian
berjalan sejenak, kemudian beliau kembali memanggil: Hai Muaz bin Jabal.
Aku pun menyahut: Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah.
Beliau bersabda: Tahukah engkau, apa hak Allah atas para hamba? Aku
menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau bersabda: Hak Allah
atas para hamba, yaitu mereka beribadah kepada-Nya dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Setelah berjalan sesaat, beliau
memanggil lagi: Hai Muaz bin Jabal Aku menjawab: Ya, wahai utusan Allah,
aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bertanya: Tahukah engkau
apa hak hamba atas Allah, bila mereka telah memenuhi hak Allah? Aku
menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda:
Allah tidak akan menyiksa mereka.
( HR.MUSLIM No:47 )
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Rasulullah
saw. dan Muaz bin Jabal berboncengan di atas tunggangan. Rasulullah saw.
bersabda: Hai Muaz. Muaz menyahut: Ya, wahai utusan Allah, aku siap
menerima perintah. Rasulullah saw. memanggil lagi: Hai Muaz. Muaz
menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah. Sekali
lagi Rasulullah saw. memanggil: Hai Muaz. Muaz menjawab: Ya, wahai
utusan Allah, aku siap menerima perintah. Rasulullah saw. bersabda:
Setiap hamba yang bersaksi bahwa: Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa
Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, maka Allah mengharamkan api neraka
atasnya. Muaz berkata: Wahai Rasulullah, bolehkah aku memberitahukan
hal ini kepada orang banyak agar mereka merasa senang? Rasulullah saw.
bersabda: Kalau engkau kabarkan, mereka akan menjadikannya sebagai
andalan.
( HR.MUSLIM No:48 )
Hadis riwayat Itban bin Malik ra.: Dari Mahmud bin Rabi` ia
berkata: Aku datang ke Madinah dan bertemu Itban. Dan aku berkata: Aku
mendengar cerita tentang engkau. Itban berkata: Mataku terkena suatu
penyakit. Lalu aku menyuruh orang menghadap Rasulullah saw. untuk
mengatakan kepada beliau bahwa aku ingin engkau (Rasulullah saw.) datang
dan mengerjakan salat di rumahku, sehingga aku dapat menjadikannya
sebagai mushalla. Nabi pun datang bersama beberapa orang sahabat beliau.
Beliau masuk dan mengerjakan salat di rumahku. Sementara itu para
sahabat saling berbincang di antara mereka. Mereka umumnya sedang
membicarakan Malik bin Dukhsyum (artinya, mereka membicarakan sikap
orang-orang munafik yang buruk, di antaranya Malik). Mereka ingin
Rasulullah saw. berdoa agar Malik mendapat celaka. Mereka ingin ia
tertimpa malapetaka. Ketika Rasulullah saw. selesai salat, beliau
bertanya: Bukankah ia bersaksi: Bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku
adalah utusan Allah? Para sahabat menjawab: Memang benar ia mengucapkan
itu, tetapi itu tidak ada dalam hatinya. Rasulullah saw. bersabda:
Seseorang yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa aku
adalah utusan Allah, tidak akan masuk neraka atau dimakan api neraka.

{ 0 komentar... read them below or one }
Posting Komentar